terbentang aku dalam himpitan api yang memanggang sunyi
mulai lagi aku lupakan segala ambisi dari rahim ibu
ayah pun berkata"sembrono"
kini aku dalam genggaman keraguan dan keemasan palsu
semebet (tentang jiwa tertepi)
23.00 |
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar